Universitas Darunnajah Ikuti Multaqa Ru'asa al-Ma'ahid II Bahas Inkubasi Bisnis Pesantren
Momen penting lainnya dalam rangkaian acara ini adalah penandatanganan kerja sama (MoU) antara Universitas Darunnajah dan STMIK AMIK Bandung sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi antar-lembaga pendidikan dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia serta memperluas jejaring kerja sama, khususnya dalam mendukung program inkubasi bisnis dan penguatan ekonomi berbasis pesantren.
Universitas Darunnajah turut ambil bagian dalam forum Multaqa Ru'asa al-Ma'ahid II yang digelar Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) di STMIK AMIK Bandung, Jl. Jakarta No. 28, Bandung, pada Sabtu (18/7/2026). Forum ini merupakan rangkaian Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang mengangkat tema "Analisis Potensi dan Inkubasi Bisnis Pondok Pesantren".
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipandu oleh Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Darunnajah, dalam kapasitasnya sebagai moderator. Forum ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum MUI Pusat KH. Anwar Iskandar serta Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., yang memberikan keynote speech terkait peran sektor pangan dan pertanian dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
Kehadiran Universitas Darunnajah dalam forum ini semakin lengkap dengan hadirnya Presiden Universitas Darunnajah, Dr. KH. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., yang tampil sebagai salah satu narasumber. Dengan demikian, Darunnajah berperan ganda dalam forum ini, baik sebagai pemandu jalannya diskusi maupun sebagai salah satu lembaga pesantren yang menjadi rujukan model kemandirian ekonomi.
Momen penting lainnya dalam rangkaian acara ini adalah penandatanganan kerja sama (MoU) antara Universitas Darunnajah dan STMIK AMIK Bandung sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi antar-lembaga pendidikan dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia serta memperluas jejaring kerja sama, khususnya dalam mendukung program inkubasi bisnis dan penguatan ekonomi berbasis pesantren.
Dalam paparannya, Dr. KH. Hadiyanto Arief berbagi pengalaman mengenai strategi dan model bisnis yang diterapkan Universitas Darunnajah dalam menyeimbangkan orientasi pendidikan keislaman dengan pengembangan unit-unit usaha produktif. Paparan ini menjadi salah satu rujukan penting bagi para peserta forum yang terdiri dari para pimpinan pondok pesantren se-Indonesia dalam merumuskan model inkubasi bisnis yang aplikatif.
Selain Universitas Darunnajah, forum ini turut menghadirkan sejumlah narasumber lain, seperti Wakil Ketua Umum MUI Pusat Dr. KH. Marsudi Syuhud, M.B.A., Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. Amirsyah Tambunan, M.A., serta perwakilan Bank Syariah Indonesia, yang membahas berbagai aspek mulai dari tata kelola keuangan, skema pembiayaan syariah, hingga sinergi kelembagaan untuk memperkuat ekonomi pesantren.
Forum yang berlangsung hingga sesi tanya jawab dan perumusan ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan konkret mengenai model inkubasi bisnis pesantren yang berkelanjutan, sekaligus menjadi bekal penting menuju pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia VIII mendatang.